
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Ayahanda Prof. Syafi’i Antonio menerima kunjungan silaturahmi dari alumni Tazkia sekaligus jajaran Pengurus Islamic Center Wadi Mubarak. Pertemuan tersebut berlangsung dengan nuansa akrab, mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang terus dijaga di tengah berbagai rintangan zaman.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara tokoh pendidikan ekonomi syariah nasional dengan generasi muda yang saat ini aktif berkiprah di bidang dakwah, pendidikan, dan pengembangan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, delegasi pengurus Islamic Center Wadi Mubarak menyampaikan rasa hormat, apresiasi, serta harapan agar nilai-nilai perjuangan dan pemikiran yang selama ini diperjuangkan Prof. Syafi’i Antonio dapat terus menginspirasi generasi berikutnya.
Sebagai sosok yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, Prof. Syafi’i Antonio telah menjadi rujukan bagi banyak kalangan, khususnya dalam membangun sistem keuangan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Kehadiran beliau di tengah masyarakat tidak hanya dipandang sebagai akademisi, tetapi juga sebagai figur pembina yang senantiasa mendorong lahirnya generasi berintegritas dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Islamic Center Wadi Mubarak terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, serta dakwah umat. Dengan berbagai program yang berjalan, lembaga ini berupaya melahirkan generasi muslim yang kokoh secara akidah, luas dalam wawasan, serta siap menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena itu, silaturahmi dengan tokoh nasional seperti Prof. Syafi’i Antonio dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas jaringan kolaborasi dan memperkaya perspektif pengembangan lembaga.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun sarat makna, dibahas berbagai isu penting terkait tantangan pendidikan Islam, penguatan ekonomi umat, serta pentingnya menyiapkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan. Jajaran pengurus Islamic Center Wadi Mubarak juga menyoroti perlunya sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, dunia usaha, dan tokoh masyarakat agar tercipta ekosistem yang saling menguatkan.
Prof. Syafi’i Antonio menyampaikan pentingnya menjaga semangat belajar, konsistensi dalam perjuangan, serta keberanian untuk mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Menurut beliau, generasi muda muslim harus hadir bukan hanya sebagai penonton perubahan, tetapi sebagai pelaku utama yang mampu memberikan solusi dan manfaat luas bagi umat.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para delegasi pengurus Islamic Center Wadi Mubarak yang hadir. Mereka menilai nasihat dan pandangan yang disampaikan menjadi suntikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat visi dakwah, dan memperluas kontribusi di bidang masing-masing.
Selain menjadi ajang diskusi, pertemuan ini juga menegaskan bahwa silaturahmi adalah salah satu kekuatan utama dalam membangun peradaban. Dari hubungan yang terjaga dengan baik, akan lahir kepercayaan, pertukaran gagasan, hingga peluang kolaborasi yang lebih besar di masa depan.
Pengurus Islamic Center Wadi Mubarak berharap momentum ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan SDM, ekonomi umat, maupun program-program sosial kemasyarakatan. Dengan sinergi yang tepat, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Pertemuan yang ditutup dengan sesi foto bersama tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Lebih dari sekadar kunjungan, agenda ini menjadi pengingat bahwa kemajuan umat hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, ilmu pengetahuan, serta semangat kolaborasi lintas generasi.
Ke depan, semangat silaturahmi seperti ini diharapkan terus terjaga dan berkembang menjadi gerakan nyata yang menghadirkan maslahat lebih besar bagi bangsa dan umat.

