
Jakarta – Islamic Center Wadi Mubarak turut ambil bagian dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta Pusat. Kehadiran Islamic Center Wadi Mubarak pada forum strategis ini merupakan bentuk partisipasi atas undangan resmi yang diberikan oleh Sakinah Finance sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antar lembaga dalam penguatan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Mewakili Islamic Center Wadi Mubarak, kegiatan ini dihadiri oleh Ilham Akbar dan Burhan Nur Rifqi, selaku Kepala Divisi Marketing, Branding, dan Selling Islamic Center Wadi Mubarak. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari komitmen Islamic Center Wadi Mubarak untuk terus memperluas jejaring strategis, khususnya dalam pengembangan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi syariah.
Mengusung tema “Strategi Penguatan Literasi Keuangan Syariah Berbasis Tri Dharma: Implementasi Kurikulum Berbasis Usia, Peningkatan Kapasitas Riset, dan Model Pengabdian Masyarakat Inklusif,” workshop ini menjadi forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur akademisi, praktisi industri, regulator, hingga lembaga keuangan syariah.

Kegiatan hari pertama diawali dengan opening remark dari Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku founder Sakinah Finance, yang menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah sejak usia dini dan perlunya integrasi kurikulum berbasis maqashid syariah di lingkungan pendidikan tinggi. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung secara intensif dengan berbagai sesi diskusi, presentasi, dan forum interaktif yang membahas arah pengembangan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Workshop ini bukan hanya sarana berbagi gagasan, tetapi juga wadah untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan literasi keuangan syariah menjadi isu strategis yang semakin relevan. Perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk pemahaman generasi muda terhadap sistem ekonomi yang berbasis prinsip-prinsip syariah.
Oleh karena itu, pendekatan berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi dinilai menjadi langkah efektif untuk memastikan bahwa penguatan literasi ini tidak berhenti pada aspek teoritis, melainkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Salah satu fokus utama yang dibahas dalam workshop ini adalah implementasi kurikulum berbasis usia, yaitu pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Pendekatan ini dinilai penting agar materi literasi keuangan syariah dapat dipahami secara lebih efektif dan relevan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Selain aspek pendidikan, workshop ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas riset dalam bidang keuangan syariah. Penelitian yang kuat dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi serta pengembangan kebijakan yang tepat sasaran. Para peserta workshop diajak untuk melihat bagaimana riset tidak hanya menjadi aktivitas akademik formal, tetapi juga instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah yang berkelanjutan.

Aspek pengabdian kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam forum ini. Model pengabdian masyarakat yang inklusif dinilai sebagai salah satu pendekatan penting dalam memastikan bahwa manfaat literasi keuangan syariah dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi keuangan formal.
Bagi Islamic Center Wadi Mubarak, partisipasi dalam kegiatan ini memberikan nilai strategis yang sangat besar. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan Islam, dakwah, dan pemberdayaan umat, keterlibatan dalam forum seperti ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi nasional. Hal ini sejalan dengan visi Islamic Center Wadi Mubarak dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan peradaban Islam yang progresif dan berdampak.
Ilham Akbar menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas perspektif kelembagaan dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam penguatan edukasi ekonomi syariah. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang lebih melek finansial dan memiliki pemahaman yang benar tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Sementara itu, Burhan Nur Rifqi menilai bahwa forum ini juga memberikan inspirasi strategis dari sisi komunikasi, branding, dan pengembangan jejaring kelembagaan. Menurutnya, pendekatan edukasi yang terstruktur dan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi elemen penting dalam memperluas penerimaan publik terhadap konsep keuangan syariah.
Penyelenggaraan workshop oleh Sakinah Finance menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong peningkatan kualitas literasi keuangan syariah secara nasional. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum, kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi produktif yang tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga membuka ruang implementasi nyata di lapangan.
Di tengah perkembangan industri keuangan syariah yang terus tumbuh, kebutuhan akan edukasi yang tepat, inklusif, dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Karena itu, kegiatan seperti Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi sangat relevan sebagai katalisator perubahan.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Islamic Center Wadi Mubarak menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam gerakan penguatan literasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang demi terciptanya ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat, sehat, dan memberikan manfaat bagi umat.



