Untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, yang kemudian diteruskan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in hingga masa-masa selanjutnya berlaku sistem silsilah bacaan. Dimana seseorang diharuskan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an dihadapan guru yang sudah memiliki sanad.

Sistem silsilah bacaan ini dibuktikan dengan adanya ijazah sanad dari pemberi sanad kepada murid tersebut.

Mendapatkan ijazah sanad merupakan harapan dari banyak penghafal Al-Qur’an. Hal ini tentu bukanlah hal mudah untuk mencapainya. Ada beberapa kriteria dan ilmu yang harus dikuasainya, seperti: Hafalan harus mutqin (kuat) dan mengusai ilmu tajwid secara teori maupun prakteknya.

Namun ada juga pemberi sanad yang mewajibkan murid untuk menghafal beberapa kitab sebagai syarat mendapatkan sanad.

Matan Jazariyah dan Tuhfatul Athfal adalah dua kitab yang wajib dihafal dan dipahami oleh pemohon sanad di Islamic Center Wadi Mubarak.

Imam Ibnul Jazary rahimahulloh penulis kitab Matan Jazariyah dalam salah satu kitabnya yang berjudul “Munjidul Muqriin” pernah menegaskan bahwa meskipun seseorang hafal kitab At-Taisir (kitab seputar Qiroat Sab’ah) di luar kepala, dia tidak diperbolehkan untuk memberikan sanad Al-Quran jika belum talaqqi secara langsung kepada para guru yang memiliki sanad. Sebab di dalam qiroat terdapat hal-hal yang tidak bisa dipelajari kecuali dengan metode talaqqi.

Alhamdulillah, pada hari Jum’at (25/03) bertepatan dengan tanggal 22 Sya’ban, 8 (delapan) hari menjelang Ramadhan 1443 H bertempat di Masjid Jami’ Wadi Mubarak telah diselenggarakan Penganugerahan Sanad dari Syaikh Abdul Qowi Al Argaly hafizhahullah selaku penanggung jawab program Markaz Iqra Wadi Mubarak kepada 3 (tiga) santri Islamic Center Wadi Mubarak.

Mereka adalah:
1. Fahmi Zulfikar (asal Garut, Qiroat Ashim dengan dua riwayatnya yaitu Hafsh dan Syu’bah),
2. Fauzan (asal Solo, dengan Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim), dan
3. Fityatul Haq (asal Sulawesi, dengan Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim).

Kegiatan penganugerahan sanad ini berjalan dengan khidmat dan dapat disaksikan secara langsung melalui channel:
https//youtube.com/Majlis Khatam Ijazah Al-Qur’an Bersama Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali

Disela-sela acara, Ketua Markaz Iqra’ Ustadz Irsyad Husnul Hidayat sebagai lembaga yang menangani ijazah sanad Islamic Center Wadi Mubarak berharap di tahun-tahun selanjutnya mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak, minimal sudah memiliki sanad Riwayat Hafsh an Ashim.

//Al.Choer

Artikel sebelumyaICWM Rilis Buku: 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an
Artikel berikutnyaPengajar Islamic Center Wadi Mubarak Menjadi Juri Lomba di Saudi Arabia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here