Menjelang malam tanggal 1 Rajab 1443 H. Salah seorang pembimbing tahfizh Islamic Center Wadi Mubarak Syekh Muhammad bin Yusri mengingatkan jama’ah akan keutamaan bulan Rajab.

Bertempat di Masjid Wadi Mubarak beliau memberikan beberapa nasihat kepada para jamaah bahwa malam ini telah masuk Bulan Rajab. Bulan yang terletak di antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Dan merupakan salah satu bulan haram sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At Taubah: 36)

Baca Juga Pelepasan Peserta Kuliah Kerja Nyata STIU-WM Tahun 2022

Adapun empat bulan haram (suci) yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Adapun Rajab bulan tersendiri disbanding 3 bulan haram lainnya yang berurutan.

Sabda Nabi saw saat Haji Wada’ sebagaimana disampaikan dari Abu Bakroh Nafi’ bin Harits ra:

أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم خَطَب في حجَّتِه، فقال: إنَّ الزَّمانَ قد استدار كهيئتِه يومَ خَلَق اللهُ السَّمواتِ والأرضَ، السَّنةُ اثنا عَشَرَ شَهرًا، منها أربعةٌ حُرُمٌ، ثلاثٌ متوالياتٌ: ذو القَعْدةِ، وذو الحِجَّةِ، والمحَرَّمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بين جُمادى وشَعبانَ

“Dan sesungguhnya waktu itu beredar menurut aturannya yaitu saat Allah menciptakan langit dan bumi, dan sesungguhnya bilangan bulan (qamariyah) dalam satu tahun itu ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan berurutan dan bulan Rajab tergabung (dengan bulan Sya’ban yang kadang-kadang disebut Rajabani) diantara bulan Jumada (akhirah) dan Sya’ban.”
(HR. Bukhori: 4406, Muslim: 1679 dan Abu Daud:1947)

Baca Juga Menjadi Pendidik Yang Positif

Beberapa nasehat yang beliau sampaikan, antara lain:

1. Hendaknya seseorang menjauhi dirinya dari berbuat dzholim.

Hal inilah yang secara tegas Allah larang lakukan di bulan haram. Baik zholim kepada diri sendiri terlebih kepada orang lain. Dan dari bentuk kedzholiman yang sangat patut dihindari adalah dzholim kepada sesama manusia. Maka dari itu, meminta maaflah jika ada salah dan jauhilah diri dari perbuatan ghibah (menggunjing orang lain), namimah (mengadu domba orang lain), tajassus (memata-matai orang lain), dan perbuatan lain yang dilarang syari’at.

2. Jangan bermaksiat.

Bermaksiat di bulan haram dosanya berlipat. Orang yang bermaksiat akan terbelenggu dengan dosanya, sehingga ia berat untuk taat dan ia pun akan berat meninggalkan kemaksiatan tersebut.

3. Hendaknya setiap orang latihan beramal sholeh.

Para salaf terdahulu mengatakan bahwa Rajab adalah “Bulan Menanam” dan Ramadhan “Bulan Memanen“. Karenanya, mulailah berpuasa sunnah, menjaga sholat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan lain sebagainya dari perbuatan sholeh. Sehingga saat memasuki Ramadhan, setiap kita dapat merasakan nikmatnya iman dan khusyu’ dalam beribadah.//AFS

Editor: Al.Choer

🏆 Informasi Pendaftaran 👇
Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

Advertisement
Artikulli paraprakPelepasan Peserta KKN STIU-WM Tahun 2022
Artikulli tjetërKajian Kitab Matan Jazari & Tadarus Al-Qur’an (Episode 9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini