Membangun Generasi Qur’ani Melalui Pendidikan, Dakwah, dan Peradaban Islam
“Membangun peradaban tidak dimulai dari gedung yang megah, tetapi dari manusia yang dibimbing oleh Al-Qur’an.”
Di tengah derasnya perkembangan zaman, tantangan dalam mendidik generasi semakin besar. Orang tua tidak hanya menginginkan anak yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, dekat dengan Al-Qur’an, serta siap menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi umat.
Berangkat dari cita-cita tersebut, Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) hadir sebagai sebuah ekosistem pendidikan Islam yang membina generasi sejak usia dini hingga perguruan tinggi, sekaligus menghadirkan berbagai program dakwah, pembinaan keluarga, dan pelayanan umat.
Sejak berdiri pada tahun 2008, Wadi Mubarak terus bertumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani melalui pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Perjalanan panjang tersebut telah melahirkan lebih dari 12.000 alumni dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TAUD SaQu hingga Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak.

Berawal dari Sebuah Misi Kaderisasi
Perjalanan Wadi Mubarak tidak dimulai dari sebuah sekolah formal, melainkan dari sebuah gerakan kaderisasi.
Program pertama yang lahir adalah eL-KID (Lembaga Kaderisasi Imam & Da’i), sebuah program pendidikan nonformal yang dirancang untuk mencetak kader imam dan da’i dengan fokus utama menghafal Al-Qur’an selama satu tahun.
Melalui program inilah fondasi pendidikan Wadi Mubarak dibangun. Tidak hanya menanamkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, adab, semangat dakwah, serta kecintaan terhadap ilmu syar’i.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang berkesinambungan, Wadi Mubarak kemudian mengembangkan berbagai unit pendidikan sehingga menghadirkan jalur pembinaan yang utuh, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, boarding school, pendidikan tinggi, hingga pembinaan keluarga melalui program Qur’anic Parenting.

Dipimpin oleh Akademisi dan Praktisi Pendidikan Al-Qur’an
Islamic Center Wadi Mubarak dipimpin oleh Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Ph.D., seorang akademisi sekaligus praktisi pendidikan Al-Qur’an.
Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Universitas King Abdul Aziz Jeddah dengan konsentrasi di bidang Tafsir Al-Qur’an.
Latar belakang keilmuan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan sistem pendidikan Wadi Mubarak, yang memadukan kekuatan ilmu syar’i, pembinaan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.
Satu Ekosistem Pendidikan Islam untuk Setiap Tahap Kehidupan
Saat ini, Islamic Center Wadi Mubarak berkembang sebagai sebuah ekosistem pendidikan Islam yang saling terintegrasi. Setiap jenjang dirancang untuk mendampingi perjalanan seorang muslim dalam menuntut ilmu, memperkuat akhlak, serta mengembangkan potensi diri.
Program-program yang berada di bawah naungan Islamic Center Wadi Mubarak meliputi:
- TAUD SaQu, pendidikan anak usia dini berbasis Al-Qur’an untuk anak usia 3-7 tahun.
- SD SaQu, pendidikan dasar yang mengintegrasikan akademik dan karakter Islami.
- Mahabbah Boarding School (putri), pondok tahfizh dan sains khusus putri jenjang SMP dan SMA.
- MTs–MA Wadi Mubarak (putra), boarding school putra berbasis tahfizh dan ilmu syar’i.
- STIU Wadi Mubarak, pendidikan tinggi di bidang ilmu-ilmu Al-Qur’an & Tafsir.
- Qur’anic Parenting, program pembinaan keluarga dan orang tua.
- I’dad Muallimatil Qur’an li Raudhoh, pendidikan kaderisasi calon guru Al-Qur’an bagi anak usia dini
- Layanan Haji dan Umrah by Lantama Wisata, sebagai bagian dari komitmen pelayanan umat.
Melalui ekosistem ini, Wadi Mubarak berharap dapat menjadi mitra keluarga muslim dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
