إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالْإِسْلَامِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللهُ

Kami adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita.”
(Umar Bin Khattab radhiallahu ‘anhu)

Generasi Qur’an adalah generasi unggul. Dan ada dua hal yang akan menciptakan kejayaan Islam akan kembali bangkit. Dua hal itu adalah:

1. Al-Qur’an dan Sunnah

Sabda Rasulullah ﷺ  saat Haji Wada’ termaktub dalam kitab Muwaththo’ karya Imam Malik:

تركتُ فيكم أمريْنِ، لن تَضِلُّوا ما تمسكتم بهما : كتابَ اللهِ وسُنَّةَ رسولِهِ

Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya
(HR. Malik)

2. Parenting, kepengasuhan, pendidikan anak.

Tentunya keduanya saling melengkapi satu dengan yang lain, bersama-sama menopang datang, tumbuh dan terciptanya generasi Qur’ani yang unggul. Karena itu tidak cukup bagi seorang pendidik hanya fokus kepada Al-Qur’an dan Sunnah namun menyampingkan dunia parenting/kepengasuhan.

Simak Live Qur’anic Parenting: Menumbuhkan Pribadi Yang Kuat

Rasulullah ﷺ  adalah contoh nyata begitu pentingnya parenting yang dilandasi Al-Qur’an dan Hadits. Karena mereka yang tidak memberikan perhatian besar terhadap Al-Qur’an dan hadits serta dunia parenting maka jangan berharap akan ada masa depan yang cerah bagi generasi-generasi baru ke depannya.

Bagaimana mungkin generasi yang unggul itu akan lahir ketika kita tidak memiliki perhatian lebih terhadap kepengasuhan mereka?

Terkait pentingnya parenting ini terdapat beberapa hal yang perlu ditanamkan yaitu bagaimana cara agar kejayaan umat Islam pada zaman Rasulullah ﷺ  dapat terulang kembali.

Terdapat 3 point penting di dalamnya: (1) menyiapkan generasi baru yang unggul, untuk melahirkan generasi yang unggul  tentunya kita harus memiliki (2) pola serta strategi kepengasuhan yang baik, dan yang terakhir (3) generasi terbaik itu adalah generasi Qurani yang akan selalu unggul dalam berbagai aspek kehidupan peradaban manusia.

Baca Juga: Menjadi Pendidik Yang Positif

Banyak sekali teori dan metode di dalam dunia kepengasuhan atau parenting, namun kita sebagai umat Islam memiliki metode tersendiri yang sangat istimewa karena bersumber dari sosok teladan yang agung dan mulia, yaitu Rasulullah ﷺ.

Parenting yang Rasulullah ﷺ ajarkan melingkupi seluruh aspek kehidupan. Termasuk parenting dengan metode kepengasuhan yang bersumber dari Al-Qur’an, inilah yang membedakan teori qur’anic parenting dengan teori-teori yang lain termasuk teori barat.

Sabda Rasulullah ﷺ , dari Abdullah bin Mas’ud ra:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”
(HR. Bukhari 3651 dan Muslim 2533)

Maka sudah sepatutnya kita mengambil sumber atau contoh kepengasuhan dari Rasulullah ﷺ dan para sahabat, karena dengan berkat merekalah lahir generasi-generasi seperti yang disebutkan di dalam hadits tersebut.

Mengapa mempersiapkan generasi yang unggul menjadi suatu yang sangat penting bagi kita?

Parenting yang baik atau buruk akan menjadi barometer do’a dari anak-anak kita ke depannya.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
(QS: Al Isra: 24)

Dijelaskan oleh Allah ﷻ yang menjadi barometernya adalah “kamaa rabbayaani shagiraa” sebagaimana keduanya telah mendidikku, mengasuhku dengan penuh kasih sayang sejak kecil.

Simak Live Qur’anic Parenting: Metode Agar Anak Menjadi Baik

Doa inilah yang akan dipanjatkan bagi mereka generasi-generasi yang unggul untuk kita sebagai orangtua, namun naudzubillah jika kita tidak mampu melahirkan, mendidik generasi yang baik sehingga doa itu tidak pernah terlontar dari mulut mereka, bahkan yang keluar justru cacian serta hinaan dari mulut mereka. Bukankan itu sebuah musibah yang perlu kita renungi kembali.

Allah ﷻ mengajarkan kepada kita agar terus mendoakan kebaikan kepada kedua orangtua bukan disebabkan karena ia telah melahirkan kita ke dunia, bukan pula karena sekadar memberikan makan, minum kepada kita, akan tetapi Allah ﷻ menjadikan sebab orangtua berhak mendapatkan rahmat dan kasih sayang, serta mendapatkan doa kebaikan dari anak-anaknya disebabkan oleh “rabbayaani shagiraa” (karena keduanya telah mendidikku sejak kecil).

Bagaimana mungkin Allah ﷻ menurunkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita jika kita tidak melakukan tarbiyah kepengasuhan dan pendidikan anak. Besarnya rahmat dan kasih sayang Allah ﷻ terhadap kita, salah satunya ditentukan oleh keseriusan dan kebaikan serta kebenaran dalam mendidik anak-anak kita.

Sejauh ini apakah kita sudah menjadi orangtua yang baik, ideal untuk anak-anak kita?

Baca Selanjutnya: Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (2)

*) Tulisan dirangkum dari Tausiyah Qur’anic Parenting yang disampaikan oleh Al-Ustadz DR. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor)
Editor: Al.Choer

🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

Advertisement
Artikulli paraprakGraha Qur’an Wadi Mubarak (Batch 7)
Artikulli tjetërUmrah Berkah Ramadhan 1443 H

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini