Bertempat di Masjid Abdurrahman Al-Ied, Desa Donoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesantren Ramadhan yang digelar sejak tanggal 13 April hingga 3 Mei 2021 cukup banyak peminatnya. Bukan hanya dari sekitaran Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun ada juga peserta yang datang dari Surabaya, Bandung dan Banten.

Pesantren Ramadhan yang pertama kali digelar di masjid ini, tercatat 54 orang pendaftar. Namun ketika kegiatan digelar, hanya 21 orang yang bisa datang untuk mengikutinya.

4 (empat) orang muhafizh alumni Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor Jawa Barat, diutus untuk membimbing para peserta yang dikhususkan ikhwan ini. Selain tilawah, tahsin, tahfizh dan tadabbur Al-Qur’an, para peserta juga dibekali pembelajaran kitab Attibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an dan Matan Hadits Arba’in yang keduanya merupakan karya Al-Imam An-Nawawi.

Dalam pesan yang disampaikan oleh ketua panitia, Fiqriadi Al-Hafizh. Beliau berpesan: “Walaupun kegiatan ini pertama kali diadakan di Masjid Abdurrahman Al-Ied, namun para pembimbing, in syaa Allah bukanlah orang baru (dalam hal ke-tahfizh-an) dan ke depan semoga kegiatan ini bisa lebih baik lagi.”

Salah seorang peserta asal Surabaya, Syamil Amirul Haq, sangat terkesan dan mendukung kegiatan seperti ini, kegiatan yang langsung dibimbing oleh para hafizh yang memiliki sanad dan bacaan internasional, “Selain itu, untuk mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.” Tambahnya.

Baca Pelajaran ke 32 dari Madrasah Ramadhan: Adab-Adab Membaca Al-Qur’an

Kegiatan berlangsung dengan penerapan disiplin yang baik. Disiplin secara kepondokan juga disiplin dengan protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. (Al-Choer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here