
Berikut beberapa kemulian yang Allah berikan kepada para pengajar Al Quran, yang mana tentunya merekalah orang-orang yang senantiasa bercengkrama dengan Al Quran dalam hidup mereka
Kemuliaan di Dunia
Pertama, dia didahulukan untuk menjadi imam ketika shalat jamaah
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ.
“Yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hafalan al-Quran-nya. Jika dalam hafalan quran mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah..”
(HR. Muslim)
Kedua, ketika meninggal dia didahulukan
Jabir bin Abdillah ِ radhiyallahu ‘anhuma bercerita,
Nabi ﷺ menggabungkan dua jenazah uhud dalam satu kain kafan. Setiap hendak memakamkan, beliau tanya, “Siapa yang paling banyak hafalan qurannya?”
Kemudian Nabi ﷺ memposisikan yang paling banyak hafalannya di posisi paling dekat dengan lahat. Lalu beliau bersabda:
أَنَا شَهِيدٌ عَلَى هَؤُلاَءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Saya akan menjadi saksi bagi mereka kelak di hari kiamat”
(HR. Bukhari)
Baca juga: Menjadi Pendidik Yang Positif
Ketiga, diutamakan untuk menjadi pemimpin jika dia mampu memagangnya
Ketika Umar radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah, beliau menunjuk Nafi’ bin Abdul Harits untuk menjadi gubernur di Mekah.
Suatu ketika, Umar bertemu Nafi’ di daerah Asfan.
“Siapa yang menggantikanmu di Mekah?” tanya Umar.
“Ibnu Abza.” Jawab Nafi’.
“Siapa Ibnu Abza?” tanya Umar.
“Salah satu mantan budak di Mekah.” Jawab Nafi’.
“Mantan budak kamu jadikan sebagai pemimpin?” tanya Umar.
“Dia hafal al-Quran, dan paham tentang ilmu faraid.” Jawab Nafi’.
Kemudian Umar mengatakan, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian kaum berkat kitab ini (al-Quran), dan Allah menghinakan kaum yang lain, juga karena al-Quran.”
(HR. Muslim)
Kemuliaan di Akhirat
Pertama, , kedudukannya di surga, sesuai banyaknya ayat yang dia hafal
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.”
(HR. Abu Daud)
Baca juga: Nabi Zakaria As, Kisah Inspiratif Sepanjang Masa (2)
Kedua, di akhirat, akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً
Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz Al-Quran mahkota kemuliaan.
Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan.
Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya.
Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.
(HR. Turmudzi).
Ketiga, Al Quran memberi syafaat baginya
Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Rajinlah membaca Al Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.”
(HR. Muslim).
Itulah beberapa bukti bahwa Allah muliakan orang yang mengajarkan Al Quran saat di dunia dan kelak di akherat sana, dan tentunya masih banyak lagi dali-dalil menunujakan akan keutamaan dan kemulian para pengajar Al Quran.
Oleh karena itu jangalah anda berkecil hati ketika anda hanya mampu mengajari segelintir orang saja atau mungkin hanya anak-anak kecil disekitar anda untuk membaca Al Quran. Karena itu adalah kemulian tersendiri yang bahkan banyak orang tak mampu meraihnya.
Maka disaat manusia berlomba meraih profesi menjadi seorang dokter atau seorang dosen ilmu pengetahuan umum dan segenap profesi yang identik dengan perkara dunia, menjadi pengajar Al Quran merupakan sebuah profesi yang erat kaitannya dengan kemuliaan dunia dan akhirat, adakah yang lebih mulia bagi seorang muslim dibandingkan hal itu ?
Wallahu a’lam bis showab..
Referensi:
*Akhlak Ahlul Quran, Muhammad bin Al Hasan Al Ajury
*Fathul Baari, Ibnu Hajar Al Asqholany
Editor: Ummu Fahdlan//Al.Choer
Baca sebelumnya: Profesi Mulia Dunia Akhirat (1)
