Bogor, 11 Januari 2026 — Dalam rangka menguatkan tradisi keilmuan dan menghidupkan atmosfer akademik di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak Bogor menyelenggarakan kegiatan Daurah Tadabbur Al-Qur’an dan I’jaz Al-Ilmi fii Al-Qur’an wa As-Sunnah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2026, bertempat di Masjid Jami’ Wadi Mubarak, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Daurah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga kesinambungan proses pembinaan keilmuan mahasiswa, meskipun berada di tengah masa liburan Semester Ganjil. STIU Wadi Mubarak memandang bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas formal, melainkan harus terus berjalan melalui berbagai aktivitas akademik yang mendorong pendalaman ilmu, perluasan wawasan, dan penguatan paradigma berpikir Islami.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa STIU Wadi Mubarak dari berbagai tingkat dengan penuh antusias. Sejak awal hingga akhir acara, suasana masjid dipenuhi oleh nuansa ilmiah yang kondusif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam menelaah Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab ibadah, tetapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi peradaban.

Menghadirkan Pakar I’jaz Al-Ilmi
Dalam daurah ini, STIU Wadi Mubarak menghadirkan Dr. Ihsan bin Ali Abu Al-Khoir, seorang dosen, pembina, sekaligus pengelola Yayasan Manajemen dan Pengembangan Wakaf di Kerajaan Arab Saudi. Dr. Ihsan dikenal sebagai salah satu pakar dalam bidang I’jaz Al-Ilmi, yaitu kajian tentang kemukjizatan ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebuah disiplin yang mengkaji keterkaitan antara wahyu dan fenomena alam serta temuan sains modern.
Pemilihan Dr. Ihsan sebagai pemateri dinilai sangat relevan dengan karakter akademik STIU Wadi Mubarak yang berfokus pada kajian Al-Qur’an, tafsir, dan Ushuluddin. Melalui keahliannya, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teks-teks wahyu secara normatif, tetapi juga dilatih untuk melihat Al-Qur’an sebagai kitab yang mengandung petunjuk ilmiah dan landasan epistemologis bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an dan Mukjizat Ilmiah
Dalam penyampaian materinya, Dr. Ihsan menjelaskan bahwa salah satu keistimewaan utama Al-Qur’an adalah adanya mukjizat ilmiah yang terus terbukti kebenarannya seiring berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Ia menegaskan bahwa banyak fenomena alam, struktur kosmos, proses penciptaan manusia, serta hukum-hukum alam yang baru diungkap oleh para ilmuwan dalam beberapa dekade terakhir, sejatinya telah disinggung atau diisyaratkan dalam Al-Qur’an sejak lebih dari 14 abad yang lalu.
“Al-Qur’an menjelaskan tentang keajaiban alam dan apa yang ada di dalamnya dengan cara yang menakjubkan. Sayangnya, sering kali umat Islam sendiri tidak mengambil ibrah dan pelajaran darinya, sementara masyarakat Barat justru memberikan perhatian besar terhadap fenomena-fenomena tersebut dan menjadikannya sebagai landasan pengembangan sains dan teknologi,” ujar Dr. Ihsan dalam salah satu sesi pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa kajian I’jaz Al-Ilmi bukan sekadar upaya membuktikan kebenaran Al-Qur’an secara ilmiah, tetapi juga berfungsi untuk membangkitkan kembali semangat intelektual umat Islam. Dengan memahami bahwa wahyu dan akal tidak bertentangan, mahasiswa diharapkan memiliki keyakinan epistemologis yang kokoh bahwa Islam adalah agama yang mendorong pencarian ilmu dan pengembangan peradaban.

Metode Interaktif dan Diskusi Ilmiah
Daurah ini dikemas dengan metode interaktif, memadukan penyampaian materi, penjelasan konseptual, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Pola komunikasi dua arah ini memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan, mengkritisi, dan mendalami isu-isu yang dibahas secara lebih mendalam.
Mahasiswa terlihat aktif berdiskusi, khususnya ketika membahas contoh-contoh ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, fenomena biologis, serta hukum-hukum fisika. Interaksi ini menunjukkan bahwa kegiatan daurah tidak hanya bersifat ceramah satu arah, tetapi menjadi ruang dialog akademik yang hidup dan produktif.
Membangun Tradisi Keilmuan Qur’ani
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, STIU Wadi Mubarak Bogor menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya akademik yang berlandaskan Al-Qur’an. Kampus berupaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam aspek spiritual dan hafalan, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual, kemampuan analisis, dan kerangka berpikir yang ilmiah.
Kegiatan daurah ini juga menjadi bagian dari visi STIU Wadi Mubarak dalam melahirkan generasi ulama dan cendekiawan Muslim yang mampu menjembatani antara tradisi keilmuan Islam klasik dengan tantangan ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian, lulusan STIU diharapkan mampu berperan aktif dalam pengembangan ilmu, dakwah, dan pembangunan peradaban Islam yang relevan dengan konteks zaman.

Harapan dan Tindak Lanjut
Pihak kampus berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin dalam kalender akademik STIU Wadi Mubarak. Dengan menghadirkan para pakar dari dalam dan luar negeri, mahasiswa diharapkan semakin terbuka wawasannya serta memiliki jaringan keilmuan yang luas.
Daurah Tadabbur Al-Qur’an dan I’jaz Al-Ilmi ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa STIU Wadi Mubarak Bogor tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga serius dalam membangun ekosistem keilmuan yang dinamis, kritis, dan berakar kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.


