Kamis, 9/9/2021, bertempat di Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) mengadakan Seminar Tafsir dengan tema: Studi Kritis Metode Hermeneutika Sebagai Metode Penafsiran Al-Qur’an”

Mengundang narasumber Ustadz Fahmi Salim, Lc., MA hafizhallahu ta’ala, seminar yang diikuti oleh seluruh mahasiswa STIU WM ini pun terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung melalui channel wadi Mubarak.

Ikuti Seminar Di: 🔴[LIVE] SEMINAR TAFSIR: Studi Kritis Metode Hermeneutika sebagai Metode Penafsiran Al-Qur’an

Sebagaimana diketahui, beliau adalah adalah seorang sarjana al-Qur’an lulusan Universitas al-Azhar Kairo dalam bidang tafsir dengan predikat Summa Cum Laude, setelah berhasil mempertahankan tesis-nya yang berjudul Khitabat Da’wah Falsafah at-Ta’wil al-Hermenuthiqi lil-Qur’an ‘Ardh wa Naqd (Studi Analitis-Kritis Diskursus Filsafat Hermeneutika Al-Quran) dan telah dicetak menjadi sebuah buku “Kritik terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal”.

Dalam sambutan pembukaan seminar, Mudir STIU WM Ustadz Mahfud Shiddiq, M.Ag setelah mengenalkan STIU WM kepada narasumber beliau pun menyarankan kepada para mahasiswa untuk dapat menyimak dengan baik dan serius mengenai penafsiran hermeuneutika yang biasa dipakai untuk menafsirkan bible namun oleh sebagian umat islam ‘dipaksakan’ untuk menafsirkan al-qur’an.

Mengawali materi seminar, Ustadz Fahmi Salim, Lc., MA yang juga anggota Komisi Kajian & Penelitian MUI Pusat memberikan kalimat yang menggugah kesadaran para mahasiswa, “Menjaga al-qur’an bukan hanya menjaga redaksinya dengan hafalan dan tulisan dalam nash, namun ada hal penting lainnya yaitu dengan menjaga makna al-quran.” Ujar beliau, yang kini menduduki Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Baca Juga: STIU WM Menggelar Kuliah Umum Bersama Wakil Ketua MPR RI

Diakhiri dengan sesi tanya jawab, beliau menegaskan akan bahaya penyimpangan paham liberal yang secara massif disosialisasikan oleh sarjana-sarjana islam yang terkontaminasi dengan pemikiran plurarisme, liberalisme dan sekulerisme.

Para intelektual muda tersebut tidak hanya dari lulusan barat namun sudah menjalar ke negara Timur Tengah terkhusus Mesir.

Maka untuk menghalau paham liberalism berkembang, beliau menyarankan para mahasiswa STIU WM yang juga para hafizh agar mendalami ilmu fiqh dari kitab turots warisan para fuquha’ dan membahasakannya ke masyarakat dalam bahasa yang lebih modern dan ilmiah.

Ditulis Oleh: Abu Samudera

Artikel sebelumyaMACAM–MACAM NAJIS
Artikel berikutnyaPercaya Mitos Seputar Bulan Safar Termasuk Kemusyrikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here