Bogor, 25 Juni 2021. H. Ahmad Muzani, S.Sos, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), berkesempatan bersilaturahmi ke kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ushuludin Wadi Mubarak Bogor. Kunjungan ini dikemas dalam bentuk Studium Generale bertemakan 4 Pilar Negara dan Pendidikan Islam: Peran Pendidikan Islam dalam Membangun 4 Pilar Negara.

Di hadapan ratusan sivitas akademika beliau yang didampingi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) DR. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc membuka kuliah dengan mengajukan pertanyaan retoris, “Kita bisa belajar dengan aman. Orang tua kita bisa berangkat kerja dengan aman. Karena apa?.”

“Karena Kita punya persatuan,” jawab beliau. Beliau memberikan beberapa contoh negara yang warganya tidak bisa beraktivitas dengan aman karena persatuan di antara mereka tidak tegak. Berbeda dengan negara-negara yg beliau singgung, Indonesia merupakan negara yang aman bagi warganya untuk beraktivitas.

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa persatuan yang dimiliki bangsa adalah hasil pengorbanan para pejuang dan ulama Islam. Berubahnya sebagian redaksi dalam Piagam Jakarta menjadi sila kesatu Pancasila seperti saat ini adalah bentuk pengorbanan terbesar pejuang dan ulama Islam dalam rangka meraih persatuan.

Dengan kata lain, Pancasila sebagai sebuah konsensus dilahirkan dengan alasan mengutamakan persatuan. “Persatuan ini yang memberikan peluang juga terhadap dakwah Islam”, lanjut beliau.

Baca juga: UIKA Bogor dan STIU Wadi Mubarak Jalin Kerjasama

Pendidikan Islam sebagai Implementasi 4 Pilar Negara

“Pendidikan Islam adalah salah satu bentuk perwujudan 4 Pilar Negara”, demikian penjelasan pembicara terkait peran pendidikan Islam dan 4 Pilar Negara.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa frasa ketuhanan Yang Maha Esa pada sila pertama pancasila bisa dilihat sebagai acuan bagi umat Islam untuk menegakkan nilai Islam, yaitu tauhid.  Sila ini kemudian mewarnai rumusan sistem pendidikan Islam dengan adanya kata kunci iman dan taqwa sebagai tujuan pendidikan.

“Tidak ada jalan lain untuk melahirkan manusia beriman dan bertaqwa kecuali pendidikan agama,” pungkas beliau.

Kunjungan Program- Program Pendidikan Islamic Center Wadi Mubarak

Kunjungan H. Ahmad Muzani, S.Sos ke STIU Wadi Mubarak Bogor sebetulnya sudah lama diniatkan. Beliau merupakan salah satu jamaah haji Nur Ramadhan yang dibimbing langsung oleh pengasuh Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc.

Selain silaturahmi, kunjungan ini juga merupakan agenda untuk menjajagi kerjasama dalam pendidikan Islam dengan yayasan dan sekolah tinggi. Setelah Studium Generale, beliau dan rombongan menyempatkan untuk melihat kegiatan belajar mengajar di program Tahfizh Anak Usia Dini dan Madrasah Ibtidaiyah Tahfizh Sahabat Quran. (ARH)

Editor: Al.Choer

Artikel sebelumyaMenumbuhkan Wirausaha Siswa Dengan Market Day
Artikel berikutnyaPersatuan Sebagai Kearifan Bangsa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here