Husnuzan berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata yaitu “Husnu” yang artinya kebaikan, dan “Az-Zan” yang berarti dugaan kuat atau prasangka. Jika disederhanakan, husnuzan merupakan prasangka baik yang harus ditanamkan dalam diri setiap umat Muslim agar dapat menilai sesuatu dari segi yang positif.

Jika dikaitkan kepada Allah , maka bermakna berprasangka baik kepada Allah bahwa Dia Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat dari hamba-Nya jika hamba-Nya tersebut bertaubat kepada-Nya, dan bahwa karunia-Nya sangat besar yang diberikan kepada semua makhluk-Nya.

Baca Juga 7 (Tujuh) Amalan Yang Mengalirkan Pahala Terus Menerus

Husnuzan kepada Allah merupakan ibadah hati yang sangat mulia. Bahkan ia termasuk bentuk keimanan kepada Allah . Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang disampaikan oleh Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu :

لا يموتنَّ أحَدُكم إلّا وهو يُحسِنُ باللهِ الظَّنَّ

Janganlah salah seorang dari kalian mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah Ta’ala.
 
(HR. Muslim dan Ibn Majah)

Husnuzan kepada Allah merupakan bukti iman seseorang pada qadha’ dan qadar yang telah Allah tetapkan kepada makhluk-Nya

Berprasangka baik kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban atau dengan melakukan kemaksiatan itu tidak ada manfaatnya. Karena perbuatan hati harus sejalan dengan perbuatan lahiriyah. Maka akan sia-sia seseorang yang hidupnya bergelimang dosa tanpa pertaubatan walaupun ia berprasangka bahwa Allah akan mengampuninya.

Baca Juga: Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

Dengan tegas Abul Abbas Al-Qurtubi dalam kitabnya Al-Mufhim lima asykala min kitabi talkhish muslim, bab zikir dan doa, berkata:

Begitu juga seyogyanya bagi orang yang bertaubat, orang yang memohon ampunan dan pelaku suatu amal bersungguh-sungguh dalam melaksanakan semua itu, yaitu meyakini bahwa Allah ﷻ akan menerima amalnya dan memaafkan dosanya, karena Allah ﷻ telah berjanji akan menerima taubat yang dilakukan dengan benar dan segala amal yang shaleh.
Sedangkan kalau dia beramal dengan amalan-amalan tersebut tapi berkeyakinan atau menyangka bahwa Allah ﷻ tidak menerimanya dan hal itu tidak bermanfaat, maka hal itu termasuk berputus asa terhadap rahmat dan karunia Allah ﷻ. Itu termasuk dosa besar.
Barangsiapa yang meninggal dunia dalam kondisi seperti itu, maka dia akan mendapatkan apa yang dia kira (yakini). Sebaliknya, mengira bakal diampuni dan mendapat rahmat, sementara dia terus menerus melakukan kemaksiatan, maka hal itu termasuk kebodohan. Hal itu dapat menjerumuskannya kepada pemahaman murjiah (seseorang tidak akan kafir dengan perbuatannya
).” (Al-Mufhim, VII/ 5,6)

Live Streaming Qur’anic Parenting: Apa Yang Cocok Untuk Anak Kita

Seseorang yang selalu berprasangka baik kepada Allah , maka ia akan selalu menghiasi hidupnya dengan kebaikan. Sebab yang menjadikan amal seorang hamba itu baik, adalah karena dia memiliki persangkaan bahwa Allah akan memberi balasan dan pahala dari amalannya tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, ”Nabi ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي
فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي
وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا
وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا
وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

”Allah Ta’ala berfirman, ”Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku.
Kalau dia mengingat-Ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diri-Ku.
Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka.
Kalau dia mendekat sejengkal kepada-Ku, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta.
Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa.
Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

Dapat diperhatikan dalam hadits ini, hubungan yang sangat jelas sekali antara husnuzan dengan amal, yaitu bahwa husnuzan kepada Allah dapat mengiringinya dengan mengajak untuk selalu mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan ketaatan.

Dilansir dalam mqall.com, ada 5 manfaat husnuzan kepada Allah , yaitu:

1. Husnuzan kepada Allah adalah tanda keimanan seseorang

2. Husnuzan kepada Allah dapat menangkal fitnah dan segala kejahatan

3. Husnuzan kepada Allah tanda ketenangan hati seorang hamba

4. Husnuzan kepada Allah menghantarkan seseorang pada kemurnian jiwanya

5. Husnuzan kepada Allah dapat menjaga seseorang dari perbuatan tercela, bahkan dengan berhusnuzan kepada Allah ia akan selalu berada dalam kebajikan.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh: Abu Samudera

Referensi:
Al-Mufhimu lima asykala min kitabi talkhish muslim li Abi Al-‘Abbas Al-Qurtubi. (Juz VIII)
https://mqaall.com/benefits-thinking-well-god-trust-him/

Artikel sebelumya7 (Tujuh) Cara Menjaga Fitrah Anak Berdasarkan Perbedaan Jenisnya
Artikel berikutnyaHadiah ‘Nafas Qur’ani’ untuk Si Buah Hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here